Surat Yang Tak Pernah Terkirim

Yth. Ibuku
di
Dapur
Hormat dan kasihku,
Bersamaan dengan surat ini, telah kuletakkan seikat kacang panjang di dalam kulkas mungil, supaya tetap segar dan dibiarkan menggigil. Pepaya mentah telah dikupas kulitnya dan dibiarkan terkulai lemas di wastafel, tapi bu, maaf aku lupa meletakkan melinjo, daun melinjo, dan kacang tanah, mereka masih dalam genggaman, jangan khawatir kalau nanti pulang, ‘kan aku letakkan sekalian dengan sekepal senyuman. Oh iya, jagung manis telah kulahap habis, lebih dulu sebelum semua beradu padu. Semua bumbu tersimpan di kantung matamu, yang terbuka setiap waktu.
Jika berkenan, balaslah surat ini dengan semangkuk sayur asem dan setumpuk rindu yang menjelma nasi buatanmu.
Demikian surat ini kubuat, terima kasih atas masakannya.

Salam,
Anakmu.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s