Janganlah cintai aku dengan Cinta yang marah

Janganlah cintai aku dengan Cinta yang marah. Aku tak ingin pipimu basah ketika istirah, hanya karena kopimu tumpah tersenggol amarah.

Janganlah cintai aku dengan Cinta yang marah. Ku tak ingin Hamka gundah, sebab katanya, “Cinta itu melemahkan hati, menghidupkan pengharapan.”

Tapi cintailah aku dengan cinta yang kudus. Seperti pedang yang terhunus, bukan untuk membelah dadamu lalu kumasukan aku, tapi membelah egomu yang menolak keberadaanku.

Jogja, 2018

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s